![]() |
| Sumber Gambar : http://obatspermakosong.com |
Apabila berbicara mengenai faktor kesuburan, bukan hanya pada istri atau wanita tetapi juga harus dibantu dengan faktor suami.
Ini sebenarnya merupakan suatu hal yang membuat banyak orang penasaran karena Indonesia sangat kental akan beragam opini dan pendapat. Apalagi yang berkaitan dengan kesehatan repoduksi laki-laki.
Biasanya pembuahan itu terjadi di daerah tuba atau saluran indung telur. Pada saat proses pembuahan sel telur akan keluar, lalu sperma akan masuk untuk membuahi.
Jadi memang semburan sperma bisa berpengaruh pada proses pembuahan, namun bukan faktor yang utama. Tetapi apabila sperma lebih mudah masuk ke tuba atau saluran telur, maka proses pembuahan lebih mudah terjadi secara alamiah.
Di dalam rahim perempuan, sperma dapat bertahan sekitar 2 sampai 3 hari, sehingga pada tubuh yang sehat dan rahim yang normal tanpa infeksi dan penyakit, maka sperma dapat bertahan sampai dengan 2 hingga 3 hari.
Faktor semburan sperma pada proses pembuahan memang bukan faktor utama, tetapi semburan sperma yang kuat akan lebih cepat untuk masuk ke saluran tuba atau saluran indung telur.
Dan pada saluran sperma yang lemah biasanya tidak mencapai mulut rahim, sekalipun mencapai mulut rahim, kemungkinan hanya sebatas 1/3 dari mulut rahim dan sel sperma ini masih harus berenang lebih jauh untuk mencapai saluran tuba atau saluran indung telur.
Pada semburan sperma yang lemah tidak menutup kemungkinan terjadinya proses pembuahan, maka dari itu sebenarnya lemahnya semburan sperma tidak mutlak untuk tidak terjadi proses pembuahan.
Semburan sperma bukan menjadi faktor penentu dari terjadinya suatu proses pembuahan, masih terdapat beberapa faktor lain yang mempunyai peran penting dalam melancarkan terjadinya pembuahan.
Faktor yang menentukan kuat atau lemahnya semburan sperma dan cepat atau lambatnya sel sperma berenang menuju saluran tuba atau saluran indung telur itu ada 3 parameter.
Sayangnya dari 3 parameter untuk mengetahui sperma yang berenangya cepat atau lambat ini hanya dapat dilihat melalui pemeriksaan laboratorium, yaitu pemeriksaan dengan menggunakan mikroskop.
Jadi beberapa opini atau pendapat di tengah-tengah masyarakat kita mengenai sperma encer, sperma sedikit dan sperma sehat yang dilihat dengan kasa mata, sebaiknya jangan mengklaim buruk terhadap hal itu.
Karena hal itu dapat mempengaruhi dari sisi psikologis suami dan pada akhirnya produksi sperma tidak optimal. Cara membedakan sperma yang normal dan sperma yang tidak normal harus dilakukan di laboratorium.
Pemeriksaan sperma tersebut yang namanya pemeriksaan analisa sperma. Pemeriksaan tersebut harus dilakukan dalam kondisi sperma yang fresh atau baru, biasanya sekitar kurang dari 30 menit setelah dikeluarkan dari testis.
Testis adalah tempat dimana sperma diproduksi oleh tubuh. Sperma apabila dilihat di mikrospok, seperti bergerak atau berenang. Pada sperma yang normal, bagian dari sperma tersebut terdiri dari kepala yaitu nucleus dan akrosom, leher yaitu mitokondria dan ekor yaitu membran plasma.
Dan pada sperma yang tidak normal, kemungkinan ada bagian dari sperma tersebut yang tidak ada. Sperma yang tidak normal tidak dapat bergerak atau berenang dengan baik dan tidak dapat membuahi sel telur.
Jadi dari parameter dalam pemeriksaan analisa sperma terkait dengan jumlah sperma, gerakan dan bentuk dari sperma tersebut. 3 kelainan pada sperma ini biasanya karena penyakit varikokel yang ditemukan dalam pemeriksaan.
![]() |
| Sumber Gambar : https://haryherbal.blogspot.co.id |
Sehingga hal ini disebut dengan gangguan oligo atheno teratozoospermia dan itu biasanya masalah yang paling sering ditemukan pada pemeriksaan sperma. Jadi sulit terjadinya pembuahan bukan hanya dari faktor wanita.
Dan untuk Anda sebagai seorang istri waspadai juga masalah varikokel, jika sudah menikah lebih dari 1 tahun dan aktif berhubungan seksual dengan pasangannya, namun tidak kunjung diberkahi keturunan, maka bisa secepatnya untuk memeriksakan suami ke dokter bedah urologi.
Pada usia remaja atau sebelum menikah juga dapat terjadi kelainan pada sel sperma. Tetapi kembali lagi, untuk mengetahui adanya kelainan atau tidak pada sperma, maka cara yang hanya dapat dilakukan adalah dengan pemeriksaan laboratorium.
Pada sperma meskipun tidak normal, bukan berarti tidak bisa membuahi sel telur karena banyak faktor lainnya yang menentukan seperti penyakit bawaan, infeksi, gaya hidup, pakaian dalam yang ketat.
Itulah informasi kesehatan mengenai peran sperma dan masalahnya pada proses pembuahan. Disarankan untuk selalu menjaga gaya hidup yang teratur dan pola makan yang sehat agar setidaknya dapat membantu dalam proses reproduksi.


No comments:
Post a Comment