![]() |
| Masalah Keperawanan antara Fakta dan Mitos |
kita masuk pada pertanyaan pertama antara mitos atau fakta mengenai keperawanan :
1. Tidak merasa nyeri pada saat mentruasi tanda tidak perawan?
Yang harus diketahui adalah selaput dara wanita berbeda-beda bentuknya. Ada yang berbentuk lubang ditengah, ada yang berbentuk bintang, ada yang disatu sisi saja, ada yang memiliki dua lubang, ada yang sangat tipis bahkan ada yang tidak memiliki lubang sama sekali.
Masalah keperawanan yang diindetikan dengan selaput dara itu sebenarnya tidak fair karena kalau kita ingin membahas keperawanan ada beberapa sisi yang harus diperhatikan juga.
Kita harus lihat keperawanan ini dari sisi harfiahnya, sisi agama, sosial dan dari sisi medis. Kalau dilihat dari sisi medis arti keperawanan adalah wanita yang belum pernah melakukan interclose atau proses masuknya penis ke dalam vagina.
Untuk penyebab robeknya selaput dara pada wanita ini banyak sekali penyebabnya. Bisa saja robeknya selaput dara bukan karena aktiftas seksual. Apalagi kalau dikaitkan dengan nyeri menstruasi. Nyeri menstruasi terjadi karena adanya kontraksi di bagian rahim. Jadi melunturnya dinding rahim itu bisa menimbulkan rasa nyeri.
Tetapi bisa juga pada perempuan yang mempunyai mulut rahim yang masih kecil yang belum menikah dan belum melahirkan biasanya juga akan menyebabkan nyeri pada saat menstruasi.
Kesimpulan dari pertanyaan mengenai tidak merasa nyeri pada saat menstruasi tanda tidak perawan adalah mitos belaka.
2. Keperawanan bisa dilihat dari cara berjalan?
Banyak yang mengatakan bahwa perempuan yang masih perawan cara berjalannya berbeda dengan yang sudah tidak perawan. Perempuan yang masih perawan cara berjalannya adalah masih rapat antara kedua kaki dan yang sudah tidak perawan cara berjalannya antara kedua kaki terdapat celah yang cukup lebar.
Tetapi kita tidak dapat menyepelekan opini masyarakat mengenai cara berjalan perempuan yang mempengaruhi masih atau tidak perawannya wanita tersebut. Karena Indonesia terdiri dari berbagai macam kalangan, justru pola pikirnya harus kita arahkan.
Namun kalau kita bandingkan antara cara berjalan wanita yang belum melahirkan dan yang sudah melahirkan tidak ada perbedaan signifikan diantara keduanya. Jadi keperawanan bisa dilihat dari cara berjalan adalah mitos.
3. Wanita yang memiliki kumis tipis tanda bahwa tidak perawan?
Sebenarnya tidak ada hubungannya antara adanya kumis tipis pada wanita dengan tanda bahwa wanita tersebut masih perawan atau tidak. Namun hal ini banyak menjadi perbincangan publik yang menyatakan bahwa wanita yang memiliki kumis tipis adalah tanda bahwa wanita tersebut sudah tidak perawan.
Wanita yang memiliki kumis tipis itu karena adanya pengaruh hormon laki-laki atau hormon androgen di tubuh wanita tersebut. Baik itu pada laki-laki ataupun perempuan apabila terdapat hormon androgen yang tinggi akan menimbulkan tumbuhnya kumis.
Walaupun pada dasarnya image pada wanita itu seharusnya tidak memiliki kumis, namun apabila anda merasa resah dengan tumbuhnya kumis tersebut sebaiknya dikonsultasikan dan diperiksakan ke dokter yang berkaitan dengan endoktrin atau hormonal karena bisa saja ini merupakan gangguan hormon pada seorang wanita.
Itulah Paparan mengenai masalah keperawanan antara fakta dan mitos yang sering menjadi perbincangan publik. Semoga Informasi ini bermanfaat bagi para pembaca dan mohon untuk di share apabila informasi ini dirasa akan bermanfaat bagi banyak orang.

No comments:
Post a Comment