Saturday, 4 March 2017

Inilah Cara Mengatasi Pilek Pada Bayi

Sumber Gambar : http://www.ummi-online.com
Pada saat musim pancaroba atau musim peralihan pasti banyak anak kecil yang mengalami pilek. Ketika anak terutama bayi yang sedang mengalami pilek dan belum dapat mengeluarkan lendir atau ingusnya, maka sebaiknya kita bantu untuk meringankan pilek tersebut.

Ketika anak terutama bayi sedang mengalami pilek justru menandakan bahwa tubuhnya membutuhkan cairan. Jadi sebaiknya sebanyak mungkin diberikan cairan, apabila masih minum ASI (Air Susu Ibu), maka harus disusui atau diberikan ASI sesering mungkin.

Namun, apabila anak tersebut sudah besar dan sudah dapat mengkonsumsi makanan pendamping ASI, maka bisa juga ditambahkan atau diberikan air putih. Hal tersebut dilakukan untuk membantu agar ingus pada anak tidak terlalu pekat, namun encer sehingga mudah untuk dikeluarkan.

Apabila untuk bayi, dimana kita sulit untuk membantu mengeluarkan lendir atau ingusnya, maka cara pertama yang dapat dilakukan adalah dengan cara merebahkan kepalanya. Rebahkan kepala bayi, kemudian teteskan air garam pada lubang hidung bayi tersebut. 

Cara membuat air garam yaitu dengan cukup siapkan 500 cc atau setengah liter air matang, kemudian tambahkan garam dapur sedikit saja sekitar sejumput jari, jangan terlalu banyak. Lalu larutkan secara merata di air yang tadi sudah disiapkan.

Larutan garam tersebut berdasarkan International Journal Pediatrics dapat berfungsi sebagai anti inflamasi yang baik. Jadi pada anak atau bayi yang sedang pilek pasti terdapat peradangan di mukosa hidung dan saluran nafas atas, supaya anak atau bayi tersebut lega dan nyaman dari pilek tersebut, maka dibantulah dengan air garam ini.

Larutan garam ini juga dapat berfungsi untuk mengencerkan lendir atau ingus. Jadi lendir atau ingus yang terdapat pada mukosa hidung menjadi encer sehingga mudah untuk dikeluarkan.

Yang harus diperhatikan sebelum meneteskan larutan garam ke dalam lubang hidung bayi yang sedang pilek adalah Anda harus pastikan peralatan yang digunakan dalam keadaan steril seperti menggunakan pipet tetes yang steril. Kemudian ambil larutan garam tersebut dengan menggunakan pipet tetes, lalu teteskan ke dalam lubang hidungnya.

Hal ini sudah dipastikan aman selama peralatan yang digunakan dalam keadaan steril dan jangan terlalu banyak meneteskan larutan garam tersebut, cukup teteskan 1 sampai 2 tetes saja ke dalam lubang hidung bayi tersebut.

Apabila lendir atau ingusnya sudah encer, maka kita dapat menyedot lendir atau ingus tersebut. Pada saat menyedot lendir atau ingus, pastikan tidak memasukan terlalu dalam, cukup sampai bagian cuping hidung saja memasukan penyedot ke dalam lubang hidung bayi tersebut.

Pada jaman dahulu kebanyakan orang tua menyedot lendir atau ingus anaknya secara langsung dengan menggunakan mulut. Sebenarnya hal tersebut tidak diperbolehkan karena itu sama saja kita menularkan kuman-kuman yang ada di dalam rongga mulut kepada bayi atau anak kita.

Maka dari itu sangat disarankan menggunakan alat penyedot manual untuk menyedot lendir atau ingus pada anak atau bayi yang sedang pilek. Tetapi pastikan alat penyedot tersebut steril dan higienis sehingga aman untuk anak atau bayi.

Pada saat bayi atau anak yang sedang pilek, pastilah juga hidungya tersumbat, maka dibantulah dengan diberi yang hangat-hangat atau penghangat di daerah dada dan punggung anak atau bayi tersebut, lalu juga dianjurkan untuk tepuk-tepuk ringan pada punggung bayi atau anaktersebut.

Untuk anak atau bayi yang sudah bisa tengkurap, maka juga dianjurkan untuk membaringkan atau diposisikan pada posisi tengkurap dengan lutut condong ke depan. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar lendir atau ingus pada anak atau bayi tidak menyumbat pada hidung bagian atas. 

Kemudian pada anak yang sedang pilek, biasanya lendir atau ingusnya suka dilap. Hal itu tidak disarankan karena dapat menyebabkan iritasi atau lecet. Solusi yang tepat adalah dengan memberikan sedikit petroleum jelly untuk dilumasi di bagian hidung dengan menggunakan handuk bayi yang halus dan tidak disarankan menggunakan tissue yang kasar agar kulit pada bagian hidung bayi tidak lecet.

Untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak yang sedang pilek agar cepat sembuh dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan yang alami seperti madu. Madu berkhasiat untuk membantu menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh anak maupun orang dewasa. 

Namun, dosis untuk pemberian madu tersebut harus diperhatikan. Jangan memberikan terlalu banyak madu kepada anak karena di dalam madu ini terdapat banyak bakteri. Meskipun bakteri yang ada di dalam madu merupakan bakteri baik, namun apabila terlalu banyak diberikan justru akan menjadi racun.

Dosis madu yang tepat untuk anak usia 1 sampai 5 tahun cukup setengah sendok teh saja. Untuk anak dengan usia diatas 5 sampai 11 tahun bisa diberikan dosis 1 sendok teh dan begitu mencapau usia di atas 12 tahun, maka dosis yang diberikan juga meningkat menjadi 2 sendok teh.

Apabila setelah 5 hari pilek yang dialami tidak membaik juga, maka harus dibawa ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat. Karena berdasarkan penelitian menyebutkan bahwa anak bisa 10 kali mengalami pilek dalam 1 tahun tetapi itu merupakan hal yang normal.

Maka agar anak tidak sering mengalamin pilek, kita sebagai orang tua harus mengetahui cara pencegahan yang tepat. 

No comments:

Post a Comment