Saturday, 4 March 2017

Penjelasan Mengenai Tinggi Badan Normal Pada Anak

Sumber Gambar : http://caracepatmeninggikanbadan.com/
Berdasarkan data statistik di salah satu universitas di Indonesia mengatakan bahwa tinggi badan orang Indonesia ternyata lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnnya seperti Jepang, Korea dan Taiwan.

Sebagian besar orang tua pastinya menginginkan buah hatinya tumbuh tinggi dengan normal, namun akhirnya faktor genetik lah yang menentukan tinggi sang anak nantinya.

Memasuki usia sekolah, proses pertumbuhan tinggi badan mulai terlihat. Anak mulai membandingkan tinggi badannya dengan teman seusianya. Kekhawatiran ini yang kemudian menjadi sasaran utama para pemilik produk peninggi badan.

Tetapi apakah benar kandungan yang terkandung pada produk peninggi badan ini benar dan terbukti dapat meninggikan badan dan seberapa perlu orang tua khawatir akan tinggi badan buah hatinya?

Faktor genetik atau faktor keturunan merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam menentukan tinggi badan seseorang. Namun, bukan berarti apabila orang tua kita tinggi akan menjadikan si anak juga tinggi karena terdapat faktor-faktor lain yang juga dapat berpengaruh seperti kebiasaan, hormonal, asupan nutrisi, kondisi kesehatan, olahraga dan istirahat atau pola tidurnya.

Berbicara mengenai pertumbuhan tinggi badan berdasarkan jenis kelamin yaitu berhubungan atau terkait dengan masa pubertas. Yang harus kita ketahui bahwa masa pubertas pada anak perempuan biasanya terjadinya lebih cepat jika dibandingkan dengan anak laki-laki.

Selain perubahan pada organ seksual, pada masa pubertas itu juga terjadi percepatan pertumbuhan atau growth spurt. Biasanya pada anak perempuan percepatan pertumbuhan atau growth spurt ini terjadinya di usia 10 tahun. Hal tersebut ditandai dengan pembesaran payudara dan tanda-tanda seksual sekunder yang lain sampai dengan mengalami proses menstruasi.

Sampai dengan menstruasi biasanya pertumbuhan tinggi badan pada anak perempuan akan melambat sekitar pada usia 14 sampai 15 tahun. Kalau laki-laki lebih lambat masuk ke masa pubertas, namun pertumbuhan tingginya lebih lama bahkan bisa sampai dengan usia 16 sampai 18 tahun.

Penyakit juga dapat mempengaruhi tinggi badan anak. Namun, penyakit tersebut apabila penyakit dengan kategori kronis, misalnya seperti ada kelainan pada paru-paru, ginjal, jantung, tuberculosis dan penyakit kronis lainnya. Penyakit seperti itulah yang dapat mempengaruhi tinggi badan seseorang terhenti.

Jadi pada dasarnya apabila kita berbicara mengenai tinggi badan, maka ada beberapa faktor yang mempengaruhi seperti faktor genetik, kebiasaan, hormonal, asupan nutrisi, olahraga dan istirahat atau pola tidur. 

Dimana pertumbuhan tinggi badan itu ada batas dimulai, batas maksimal dan sampai dengan proses tinggi badan itu berhenti. Jangan sia-sia melakukan sesuatu yang bersifat memaksa untuk menambah tinggi badan Anda, karena dikhawatirkan dapat berbahaya bagi kesehatan Anda.

No comments:

Post a Comment