![]() |
| Lebih baik toilet jongkok atau toilet duduk? |
Apabila dilihat dari sisi kebersihan, toilet duduk akan lebih beresiko dibandingkan dengan toliet jongkok. Karena pada toliet duduk tersebut tentu akan berkontak langsung dengan bagian tubuh dari setiap pengguna yang membuang hajat di toilet duduk tersebut dan bisa saja di toilet duduk tersebut terdapat jamur, kuman atau bakteri yang akan berkontak dengan kulit pengguna sehingga bisa tertular.
Solusi untuk hal ini adalah ada beberapa fasilitas umum yang menyediakan alas untuk toilet duduk atau sebisa mungkin membawa tissue basah untuk mengelap permukaan toilet duduk tersebut sebelum menggunakannya. Setidaknya hal tersebut meminimalisir kontak kuman, jamur atau bakteri yang terdapat pada permukaan toilet duduk tersebut ke kulit Anda.
Masalah pada toilet jongkok adalah terkadang ada sisa-sisa kotoran pada toilet jongkok tersebut yang menimbulkan aroma yang tidak sedap. Hal baiknya adalah kulit pengguna toilet jongkok tersebut tidak berkontak secara langsung dengan bagian toilet duduk tersebut sehingga meminimalisir terjadinya kontak dengan kuman, bakteri atau jamur dan terhindar dari penyakit kulit.
Kalau berbicara mengenai anatomi atau organ tubuh, maka yang dianjurkan adalah toilet jongkok karena sebenarnya usus bagian bawah atau yang disebut dengan poros usus itu bentuknya agak berbelok sedikit. Apabila kita dalam posisi jongkok, maka bagian poros usus yang sedikit berbelok tersebut akan lurus sehingga mempermudah proses keluarnya kotoran.
Ada penelitian yang mengungkapkan bahwa tinggi dari suatu toilet akan mempengaruhi atau menentukan kecepatan seseorang menghabiskan sisa kotoran yang keluar. Jadi sangat disarankan untuk memilih toilet jongkok untuk mempermudah, mempercepat dan membuang sisa kotoran secara keseluruhan.
Perlu kita ketahui juga apabila mengalami masalah dalam membuang hajat seperti berlama-lama di toilet dapat menimbulkan Ambeien. Pada posisi duduk saat membuang hajat akan membuat seseorang betah berlama-lama di toilet dan hal tersebut dapat menyebabkan Ambeien.
Yang juga menjadi masalah adalah pada orang gemuk, orang tua atau orang pada kondisi lain yang tidak mampu atau susah berdiri setelah selesai membuang hajat pada posisi jongkok. Hal ini bisa disiasati dengan menggunakan pegangan di dekat toilet untuk memudahkan orang gemuk, orang tua atau orang yang dalam kondisi lemah tersebut berdiri dari posisi jongkok setelah membuang hajat.
Sangat disarankan bagi kita untuk menggunakan toilet jongkok terutama untuk anak-anak kita menggunakan toliet jongkok dengan tujuan untuk memperkuat otot-otot panggulnya, yang akan mempermudah mereka dalam proses membuang kotorang setiap harinya.
Karena dalam proses membuang hajat terdapat unsur-unsur seperti air, serat, gerakan usus dan yang terakhir adalah otot-otot bawah yang berperan penting dalam proses membuang hajat atau kotoran. Sehingga apabila kita terbiasa menggunakan toilet jongkok, maka kita bisa terhindar dari Konstipasi, Ambeien dan Wasir.
Solusi apabila memang dirumah kita sudah terlanjur menggunakan toilet duduk, maka hal ini bisa disiasati dengan meletakan kursi kecil di depan toilet duduk tersebut sebagai tumpuan kedua kaki dan membuat postur tubuh seolah-olah membuang hajat di toilet jongkok. Namun, dari segi kenyamanan tetap lebih nyaman toilet jongkok.

No comments:
Post a Comment