![]() |
| Sumber Gambar : http://www.reportaseone.com |
Sebagian besar orang pasti pernah merasakan tidur di lantai. Sebenarnya tidur di lantai diperbolehkan asal jangan terlalu lama, apalagi jika sampai tertidur pulas. Perlu kita ketahui bahwa di dalam suatu ruangan terdapat polutan. Polutan biasanya berbentuk debu dan debu memiliki gaya berat, sehingga debu mengendap di lantai.
Maka kemungkinan besar apabila kita tidur di lantai adalah akan lebih banyak menghirup debu jika dibandingkan dengan tidur di tempat tidur. Apalagi jika tidur menggunakan karpet yang diidentifikasikan lebih banyak debu yang mengendap, sehingga apabila kita tidur disana, maka akan banyak debu atau polutan yang terhirup dan masuk ke dalam tubuh.
Selain berbentuk debu, polutan juga dapat berbentuk gas. Dalam hal ini seperti gas LPG, polutan berbentuk gas cenderung mengendap dibawah permukaan gas LPG. Maka apabila Anda tidur di lantai dikhawatirkan juga akan menghisap polutan berbentuk gas ini.
Bell' palsy terkait dengan kebiasaan tidur di lantai dengan menggunakan kipas angin yang terlalu lama, efek dari kebiasaan tersebut adalah angin yang berasal dari kipas angin akan masuk ke dalam rongga telinga, tetapi bukan efek anginnya yang menyebabkan bell's palsy, melainkan adanya virus yang masuk ke dalam rongga telinga melalui angin dari kipas angin tersebut.
Bell"s palsy merupakan penyakit yang menyerang syaraf wajah yang menyebabkan kelumpuhan pada salah satu sisi wajah. Adanya virus yang masuk ke rongga telinga ini bisa juga disebabkan oleh faktor kebersihan kipas angin, kondisi ubin dan tentunya yang paling penting adalah kesehatan tubuh kita.
Karena virus tidak akan menyerang apabila kondisi tubuh kita dalam keadaan sehat. Sebagai contoh atau ilustrasi apabila kita tidur dalam ruangan yang tertutup tanpa jendela, dimana oksigen pastinya ada di ruangan tersebut, lalu kita akan menghirup oksigen dan akan mengeluarkan karbondioksida. Jadi lama kelamaan oksigen akan menipis dan karbondioksidanya yang banyak.
Apabila terjadi hal demikian, maka ada polutan di dalam ruangan tersebut yang berbentuk karbondioksida. Hal ini terkait pada kadar polutan dan berapa lama seseorang berada disitu. Biasanya di dalam suatu Industri ada yang namanya NAB atau Nilai Ambang Batas, sedangkan apabila di dalam rumah kadar polutannya kecil, namun lama hilangnya dan hal tersebut sangat tidak baik bagi kesehatan.
Kalau berbicara mengenai faktor resiko, maka semuanya akan kembali lagi pada status kesehatan kita masing-masing. Yang terpenting adalah dengan tetap menjaga kebersihan kita maupun alas untuk bersantai dilantai serta kebersihan kipas angin juga harus selalu diperhatikan.

No comments:
Post a Comment